KTH SASAKA PATENGAN · PATENGAN · RANCABALI · KABUPATEN BANDUNG
PROGRAM

Dari Ruang Kelola Menjadi Kerja Nyata.

Program Sasaka Patengan berangkat dari pekerjaan yang sudah lama dilakukan masyarakat: merawat kebun, menanam kopi, mengelola hasil, dan membaca peluang jasa lingkungan. Legalitas kemudian memberi ruang agar kerja itu dapat ditata lebih kuat.

01 / FOKUS PROGRAM

Berangkat dari Kebutuhan, Bukan Sekadar Rencana.

Arah program ditentukan oleh kebutuhan nyata anggota dan kondisi kawasan. Tujuannya sederhana: hutan tetap berfungsi, usaha masyarakat berkembang, dan kemampuan kelompok terus meningkat.

01

Agroforestri & Komoditas

Kopi, terong, dan komoditas lain menjadi bagian dari pola agroforestri yang telah lama dikerjakan masyarakat Patengan.

AgroforestriBudidaya
02

Pengolahan Kopi

Usaha kopi dikembangkan dari kebun hingga pascapanen, sangrai, penggilingan, dan pengemasan agar nilai tambah tinggal lebih banyak di tingkat anggota.

KUPS KopiNilai Tambah
03

Jasa Lingkungan

Melalui KUPS Wisata, anggota mengembangkan bumi perkemahan dan fasilitas pendukung sebagai usaha jasa lingkungan yang bertumpu pada karakter kawasan.

CampingEdukasi
04

Penguatan Kapasitas

Peralatan, pelatihan, dan bibit unggul digunakan untuk memperkuat keterampilan anggota sekaligus meningkatkan mutu usaha kelompok.

PelatihanFasilitasi
Ilustrasi kegiatan kopi
02 / KOPI

Kopi yang Tidak Berhenti di Hasil Panen.

Kopi menjadi salah satu penghasilan penting bagi anggota, dengan produksi biji sekitar 25 ton per tahun.

Setelah kemampuan pengolahan berkembang, anggota tidak lagi hanya bergantung pada penjualan biji ke pengepul. Sebagian hasil diolah menjadi kopi bubuk kemasan dan dipasarkan dengan nama TALAGA COFFE.

03 / JASA LINGKUNGAN

Jasa Lingkungan yang Tumbuh dari Inisiatif Anggota.

Bumi perkemahan lahir dari gagasan anggota muda yang mengenal kawasan sejak kecil. Dengan swadaya, mereka membuka akses, menata parkir, dan membangun fasilitas dasar bagi pengunjung.

Promosi melalui media sosial kemudian membantu memperkenalkan kawasan kepada pengunjung dari Kota dan Kabupaten Bandung.

Ilustrasi area camping di hutan
04 / ENAM ARAH PENGELOLAAN

Enam Arah untuk Menjaga Keseimbangan.

Ke depan, pengembangan program diarahkan pada enam hal yang saling berkaitan agar manfaat sosial, ekonomi, dan fungsi ekologis kawasan dapat berjalan bersama.

01

Perhutanan Sosial

Memastikan masyarakat memiliki ruang untuk mengelola hutan secara bertanggung jawab.

02

Penataan Kawasan

Menata ruang kelola agar batas, fungsi, dan pemanfaatannya semakin jelas.

03

Rehabilitasi Hutan

Memulihkan bagian kawasan yang membutuhkan perbaikan fungsi ekologis.

04

Perlindungan Hutan

Menjaga kawasan dari gangguan dan kerusakan yang dapat mengurangi fungsi hutan.

05

Jasa Lingkungan

Mengembangkan manfaat kawasan tanpa bergantung pada hasil kayu.

06

Penggunaan Kawasan

Mengakomodasi kebutuhan yang relevan tanpa mengabaikan fungsi dan ketentuan kawasan.

JEJAK PROGRAM & KEGIATAN

Kerja Lapangan yang Tercatat.

Program Sasaka tidak hanya hidup di dalam rencana. Sejumlah kegiatan kelembagaan, pemetaan, konservasi, dan edukasi telah menjadi bagian dari perjalanan kelompok.

Silaturahmi & Konsolidasi SK KHDPK

Bersama Dirjen PSK, Muspika, NU, Perhutani, masyarakat, dan petani KTH.

Hajat Bumi

Bersama petani, LMDH Desa Patengan, dan masyarakat.

Sosialisasi Kepmen 1091 tentang Kemitraan

Bersama CDK, Pemerintah Kabupaten Bandung, Muspika, NU, mitra/calon mitra, dan petani KTH.

Pemetaan Tapal Batas & Reboisasi

Pemetaan bersama petani, CDK dan LMDH; reboisasi melibatkan petani, Muspika, BKSDA dan LMDH.

Kunjungan & Edukasi

Bersama KUPS Rancaupas, petani, dan tamu undangan mancanegara.

DAMPAK & VISI KE DEPAN

Dari Hutan Lestari Menuju Kapasitas yang Lebih Kuat.

Ekonomi

Peningkatan pendapatan anggota melalui multi-bisnis: wisata, agroforestri, dan kuliner.

Ekologi

Menjaga area konservasi dan mendorong peningkatan populasi satwa endemik.

Sosial

Komunikasi aktif antarpetani, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi dengan lembaga dan universitas.

Digital

Arah pengembangan mencakup pemantauan kelestarian hutan menggunakan sensor IoT.

01Penguatan merek produk agroforestri menuju UMKM naik kelas.
02Ekspansi jaringan ekowisata nasional dan internasional.
03Pusat riset agroforestri berbasis kelompok.
04Paket belajar konservasi untuk pelajar dan komunitas.
05Digitalisasi pemantauan hutan melalui sensor IoT.